habis cari-cari flash fiction, ini yang menurutku bagus. happy reading :)
SYUKUR
Riuh air menimpa genteng. Gemuruh hujan yang datang dari tempat jauh membuatnya terjaga.
“ Hujan sialan.” Dia bangkit dari dipannya yang gelisah.
Dari jendela, dia memandang emperan toko tak jauh dari kamar kontrakannya. Seorang pengemis terlihat berdiri merapat ke rolling door.
BULAN PUASA
Ia belum lagi menstater mercy-nya, saat matanya tertumbuk pada sosok pengemis yang tadi disedekahinya digerbang mesjid.
“ Loh kamu, ini kan bulan puasa ? “
“ Tuan puasa ? “ Pengemis itu tersenyum, lalu kembali menyuap nasi bungkusnya.
“ Tentu sa..”
“ Bagus, tuan memang wajib berpuasa sebulan ini “ kata pengemis itu.
“ Kamu sendiri mengapa tidak puasa ? ”
“ Kami sudah berpuasa 11 bulan tuan, gantian ! ”
MANUSIA KERABAT HEWAN
“ Tabrak lari ! Ah..ha, if it bleeds, it leads.“ kata kameramenku.
Tapi kesumringahannya lesap seketika kerumunan manusia yang tertarik menjelma pagar betis.
“ Tenang, aku punya akal. “ kataku.
Aku menyeruak kedalam kerumunan meniru gerakan perenang gaya dada,“ tolong minggir, kami keluarga korban.“
Mendadak beberapa wajah paling depan berpaling, tak percaya? Hening, namun sebuah lorong dibuka, berhasil mengantarku tepat ketempat dimana korban berada.
Keheningan berlalu. Satu persatu orang mulai tertawa. Ironisnya, aku juga ingin tertawa seperti mereka. Namun tak mudah bagiku untuk tertawa dengan mulut menganga, memandangi seekor kambing tak bernyawa, tergolek tepat diujung kakiku.
taken from http://antojournal.com/
Cerita Kecil di Musim Hujan
Alangkah rajin gadis ini! Pagi-pagi sekitar pukul lima ia sudah bangun dan mencuci piring dan membilas pakaian dan meracik sarapan sebelum berangkat sekolah. Tiga tahun lalu ibunya terlanggar mobil truk hingga lumpuh, kini bersandar hidup pada kursi roda yang ia belikan untuk ulang tahun ke-41 ibunda tercinta. Di malam hari sebelum berangkat tidur, diam-diam gadis ini sering keluar malam, kadang sampai jam satu malam berdiri di trotoar jalan menjual madu bagi siapa saja yang haus, butuh kehangatan di musim hujan, biasanya sopir-sopir truk kelelahan yang paling sering jadi pelanggan. Nama gadis ini? Ah, sebut saja Bunga. Bunga yang Layu.
taken from http://sastra-indonesiaraya.blogspot.com/2011/03/prose-poem-flash-fiction.html
KUCING-KUCINGKU
Dinamainya kucingnya kali ini Dewi Ratna Mustikasari.
"Ah, tak ada yang aneh sob, ini yang yang aneh. Empat kucingku yang terdahulu aku namakan wage,kliwon,pahing dan manis. semuanya mati mengenaskan di hari pasaran sesuai nama mereka! Aku gak mau kehilangan lagi, tidak boleh lagi!"
Si wage mati empat tahun lalu tepat di hari rebo wage, kelindes truk yang mengangkut tebu, selang 6 bulan kemudian giliran si kliwon terlindas lori saat menyebrang rel di hari kamis kliwon. Tahun lalu aku kehilangan pahing dan manis. Senin pahing di awal Februari, si pahing ditembak sekumpulan anak kampung sebelah. Minggu legi sebelum natal, si manis sedang tidur di dapur ketika tabung gas 3kg meledak.
"Kau yakin dengan mengganti nama kucingmu dari kebiasaan selama ini bakal menyelamatkan kucingmu?”
"Semoga saja, Res!"
"Lalu kau panggil apa kucingmu si Dewi Ratna Mustikasari itu?"
"puusssss!!!"
ANE PERTAMAX GAN \m/
BalasHapusGan, join on my blog
BalasHapus