Jumat, 09 September 2011

flash fiction - drame

Saat-saat yang menyedihkan bagiku saat ini. Ditinggal oleh lelaki itu.
Aku menangis.
 Meratap. 
 
Jatuh.

 putus asa.  

Sakit.

Hina.

Hampa.

Pupus.

Malang.

Teriris.

 Meronta.

Merengkuk.

Terbuang.

Tersisihkan.

Terjebak.

Tertusuk.

Terjun.

Gelap.

 Lupuh.

Merintih.

Menyesal.

Lemah.

Rusak.

Terasingkan.

 Tertatih.

Gersang.

 Kering.

Dingin.

Jauh.

Gila.

Terasuk.

Kaku.

Hilang.

Menyerah.


Mungkin aku harus mencari yang baru.




~deasy A 

Selasa, 06 September 2011

Alhamdulillah, ya.

well, aku sangat menantikan saat saat liburan sekolah. Entah itu libur lebaran, ataupun libur semesteran. sebenarnya aku ingin menyarankan pemerintah untuk mengadakan libur musim panas. alhasil itu hanya isapan jempol belaka (pastikan jempol bukan bekas ngupil), karena akan membuat siswa menjadi malas selama mereka libur 6 bulan. padahal akan sangat baik untuk kesehatan mental anak. yang sakit menjadi sehat, yang sehat menjadi lebih sehat. sayangnya ini tidak berhasil pada mental orang tua. alhasil, usulku ini tidak mungkin diterima karena pemerintah merupakan orang tua.

            seperti yang sudah kukatakan diatas, aku sangat menginginkan adanya liburan. untuk diriku sendiri, liburan merupakan penyegaran otak setelah selama ini diforsir untuk belajar, mengerjakan PR, ulangan, dan berkali kali putus cinta disekolah (nah loh?). liburan merupakan waktu yang baik untuk bermain dan menghabiskan tempat-tempat wisata bersama teman-teman. Namun, ini tidak terjadi denganku. Mendekam, diam seribu bahasa, tak tahu harus kemana, tak ada arah, hampa dan gelisah. Arrrrrghhhh! (?)

2 minggu. Cukup lama memang. Tapi tidak cukup bagiku untuk sebuah liburan anak SMA! Tolonglah, kami benar benar haus akan libur, kami benar-benar membutuhkan hari-hari bebas setelah selama ini diasah dan digerus lalu diamplas hingga mengkilat dengan belajar. Tetapi, waktu 2 minggu yang diberikan oleh sekolah itu, tidak berjalan efektif untukku. Memang awalnya aku berharap dapat menghabiskan seluruh sisa libur indahku dengan list-list yang sudah kubuat untuk hari itu. Namun, apa daya tangan tak ada. Terpotong oleh harapan kosong yang hanya mengiangi otak yang sedang galau ini. Hingga akhirnya semua list yang sudah kubuat pupus, hilang, pergi, musnah, terbakar, terlindas, tergencet, terpental, dan termutilasi. Lihat betapa parahnya diriku.

Hal ini terjadi pada saat awal liburan. Waktu itu tanggal 24 agustus. Di kamar aku menari kegirangan dengan meneriakkan beberapa yel.
            “yes! Yes! Huuuuuuuu yeee! Libur, libur, libur! Free! Free! Free!” tentu saja diikuti dengan tarian seperti tarian penyambut jenazah. Namun tiba-tiba sesuatu terjadi. Bletak. DUK! Yes. Kaki. Jatuh. Patah. Sakit. Merintih. Malu. Mewek. Ibarat seseorang yang sedang jatuh cinta, rasanya seperti dipermainkan, ditolak mentah-mentah, di ejek, di campakkan dan ditendang. Sakit. Sakit lahir batin. Mamaku yang sedang menyapu ruang tengah penasaran lalu datang kekamarku.
            “ngapain kamu ngesot-ngesot disitu? Kasiannya anak mama. Sepertinya butuh perhatian khusus.”
            Hati ini bertambah teriris.
           
            hari ke-2 libur lebaran. Rencananya hari ini aku dan teman-temanku pergi cuci mata nke salah satau mall di kota kami. Tetapi, ya kamu tahu, lah. Kaki ini tidak mampu untuk berpijak. Dengan mata tertutup karena masih mengantuk aku mengetik sebuah sms kepada temanku. Isinya pembatalan rencana hari ini. Alhasil saat aku berhasil membuka mata, aku melihat tulisanku tidak terbaca. Oke. Bukan merupakan prestasi yang baik sepertinya dalam hal pengetikan tulisan di handphone.

            Aku bangkit dari tempat tidur dan beranjak keluar dengan berjalan tidak sempurna. Ibaratnya seperti metamorfosis yang tidak sempurna. Ibaratnya lagi seperti kucing dalam karung. Aku mengambil posisi yang bagus duduk diatas sofa disamping adik sepupuku yang datang dari Surabaya kemarin. Anaknya masih berumur.. ehm.. entahlah. Pokoknya sekarang dia duduk di kelas 4 SD dan rajin menabung. Dia sepertinya antusias sekali dengan acara yang ada di televisi. Ternyata beritanya tentang seorang kakek yang di kunyah habis-habisan oleh sekelompok anjing kelaparan saat ia sedang berkunjung kerumah saudaranya.
            “wah selera anjing-anjing itu lumayan bagus, ya.” Aku bergumam sendiri
            “aku tidak jadi ambil kelincinya embak, deh. Nanti kalau kelincinya kelaparan aku jadi makanannya dong.” Adikku menyahut. Kebetulan saat itu aku memiliki kelinci yang baru saja melahirkan. Akhirnya adikku pun mengurungkan niatnya untuk memelihara seekor kelinci.

            Hari ini berjalan sebagaimana membosankannya. Dengan kondisi kaki yang perlu reparasi. Dan aura liburan yang membuat diri ini menjadi malas mandi. Dan makanan yang berjubel di meja makan. Heeem.. menggiurkan. Salah siapa coba menaruh makanan enak diatas meja makan. Salah satu mendol yang merekah-rekah menggodaku untuk memakannya. Jadilah mereka semua travelling kedalam perutku. Hahahaha. Hari ini aku benar-benar menjadi more-than-a-pig.


Hari ke tiga, empat, lima, enam, tujuh, delapan, sembilan, dan sepuluh berjalan sebagaimana membosankannya. Pada hari ke-lima kakiku sudah baikan. Tidak ada lagi cewek ngesot-ngesot yang butuh perhatian lebih. Pada hari kesembilan aku dan keluarga berangkat ke Surabaya dan bersilaturahmi disana. Dan hari-hari selanjutnya aku habiskan di kota tersebut. Memang tidak ada yang spesial dalam liburan kali ini. Ini semua gara-gara tarian penyambut jenazah yang aku lakukan di hari pertama liburan. Semua schedule bermain hilang karena insiden itu. Tapi aku tetap bersyukur, walaupun kaki ku tidak mendukung dalam acara liburan kali ini, yang penting bayi-bayi kelinciku tetap sehat dan ceria. Walaupun di hari-hari terakhir dua anak kelinci tersebut mati. Mungkin karena belum di imunisasi. Maklum semua posyandu sedang tutup. Dan sebenarnya aku juga tidak tahu apa hubungan antara kaki yang keseleo dengan bayi kelinci yang sehat.

            Sekian cerita liburan lebaranku kali ini. Mohon maaf lahir dan batin. Wassalamualaykum wr.wb.

Senin, 05 September 2011

jaringan client-server

Client-server computing adalah suatu pendekatan bagi penggunaan Jaringan komputer yang didasarkan pada konsep bahwa sebagian fungsi paling baik ditangani secara lokal dan sebagian paling baik ditangani secara terpusat. Terlihat bahwa client-server merupakan campuran antar timesharing yang terpusat dan distributed processing yang menekankan pemrosesan lokal. Client server dapat mencakup WAN tetapi konfigurasi dasarnya terdiri dari satu atau  beberapa LAN
Pada jaringan client-server yang umum, pemrosesan aplikasi dibagi atas beberapa client dan satu atau beberapa server. Client adalah pemakai yang mengakses jaringan melalui komputer destop. Server dap berupa komputer jenis apapun yang menyediakan fungsi pengendalian bagi Jaringan komputer.
Jika jaringan client-server  diterapkan dengan configurasi yang canggih, system apapun dalam jaringan dapat mengakses dan menggunakan system lain yang tersedia. Dengan cara ini kapasitas yang tidak digunakan dari suatu destop dapat digunakan oleh destop lain yang berada dalam jaringan. Atau pekerja dapat diturunkan (downloaded)  ke destop dari server.
Perhatian pada client-server computing saat ini merupakan hasil dari berbagai daya teknologi, ekonomi dan organisasi yang bekerjasama. Daya teknologi mencakup kemajuan dalam perkembangan komputer mikro dan teknologi transmisi data, system manajemen database  yang disesuaikan untuk penggunaan jaringan. Daya ekonomi diterapkan pada penggunaan sumberdaya informasi yang efisien. Daya organisasi ditimbulkan oleh end-user computing.
Pada lingkunganclient-server, spesialis informasi berfokus pada aplikasi-aplikasi utama yang berjalan di server, dan pemakai pengembangan aplikasi yang berjalan di destop mereka. Agar manfaat client-server bermanfaat sepenuhnya, aplikasi harus dikembangkan secara khusus untuk berjalan dalam lingkungan ini.
Saat ini hampir semua perusahaan besar, sedang dalam proses mengubah aplikasi mereka dari mainframe ke lingkungan client-server, namun para CIO mendekati perubahan itu dengan berhati-hati karena mereka menyadari bahwa biaya-biaya sebenarnya dari client-server belum sepenuhnya dipahami. Walau client-server tidak diragukan lagi merupakan gelombang masa depan, pendekatan ini tidak diharapkan menjauhi mainframe.
taken from: http://zulidamel.wordpress.com/2007/10/02/client-server/

TIPS MENGHADAPI TEMAN YANG PELUPA

Dalam kehidupan ini biasanya kita menemukan teman yang memorinya sedikit pendek. bahkan sangat pendek. Terkadang hal ini bisa merugikan teman-temannya yang lain. Namun bisa juga menguntungkan. tapi sayangnya keuntungan ini sering disalah gunakan oleh kawannya yang lain. Nah, jika salah satu teman atau sahabat kamu ada yang pelupa, ini dia tipsnya:

1. semangati dia
    orang pelupa itu sebenarnya frustasi lho dengan kekurangannya yang satu ini. Sebenarnya dia tidak menginginkan sesuatu yang penting dan seharusnya diingat dengan baik tiba-tiba hilang dalam memori otaknya. Akibatnya dia bisa saja menyesali dirinya bahkan mebenturkan kepalanya sendiri ke tembok *just kidding ^^v*. untuk kasus yang satu ini, kamu harus bisa menyemangatinya, dengan cara membantunya merekamkam dengan baik dalam memori otaknya. Misalnya dengan mengingatkan, menanyakan, dan membuatkan list untuknya. Sesuatu yang diulang-ulang akan dengan sendirinya terekam dengan otak.

2. sabar
   Cukup menjengkelkan jika kita menitipkan sesuatu yang penting kepada seseorang, namun tidak dilaksanakan dengan baik. Alasannya apalagi jika bukan lupa. Ini sering terjadi pada orang-orang yang pelupa yang dititipkan suatu pesan penting oleh temannya. Jika kamu mengalami hal seperti ini. Sabar saja. Jangan keburu emosi. Toh dia memang tidak mau hal ini terjadi. Jangan sampai karena hal ini dia membenturkan kepalanya kembali. Saran saya, lain kali jika menitipkan sesuatu ke temanmu yang pelupa tersebut, rajin-rajinlah mengingatkannya. Jangan lupa untuk mengingatkan temanmu tersebut untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama. Intinya beri dia kesempatan untuk berubah.

3. tetap beri kepercayaan
   Biasanya, orang yang pelupa memiliki hasil kerja yang cenderung lebih buruk daripada orang yang memorinya bagus. Hal ini kadang membuat kita sedikit ragu untuk menitipkan kepercayaan pada si pelupa. Seperti yang sudah saya katakan tadi, sebenarnya orang pelupa itu tidak mau kok menjadi pelupa. Mereka ingin seperti orang-orang lainnya yang dengan mudah mengingat sesuatu. Untuk itu, tetap beri mereka kepercayaan. Kita sebagai orang yang berada disekitarnya harus telaten men-support si pelupa ini agar dia mampu bergerak dari belenggu memorinya yang pendek. Caranya dengan tetap memberikan kepercayaan untuk mengerjakan sesuatu yang membutuhkan ingatan. Memang membutuhkan perhatian khusus dengan terus mengingatkannya. Lama-lama teman kita yang pelupa ini akan bangkit kepercayaan dirinya sehingga dia tidak merasa dikucilkan lagi karena memori pendeknya tersebut. Dan mungkin dia akan berhenti membenturkan kepalanya. J



Created by : beginner pelupa yang sedang galau

PEER TO PEER NETWORK

1.Pengantar

Jaringan P2P (peer-to-peer) telah lahir dan berkembang secara dramatis seiring meledaknya teknologi informasi dan komunikasi. Di abad internet saat ini, para netter tentu sudah pasti tidak asing lagi dengan nama Gnutella, Kazaa, atau Napster. Ketiga nama ini merupakan contoh jelas dan sederhana untuk menggambarkan betapa hebatnya sebuah jaringan yang bersifat “persahabatan/pertemanan”.
Gebrakan awal teknologi ini dipelopori oleh Usenet News Servers yang banyak didominasi/diisi dengan newsgroup. Tom Truscott dan Jim Ellis, dua mahasiswa yang membuat aplikasi untuk Usenet, mungkin tidak akan menyangka kalau aplikasi yang dulu mereka buat kini telah mampu mengubah paradigma manusia tentang banyak hal. Salah satunya adalah mengenai hak cipta (copyright), yang sampai sekarang masih menjadi polemik dunia industri musik di Amerika Serikat. Jadi, jika ada netter yang buta tentang teknologi ini, mungkin dia termasuk orang yang telah tidur selama 9 bulan di atas kasurnya tanpa pernah membuka mata sedetik pun. Ini adalah sindiran Todd Sundsted, Chief Architect dari PointFire, Inc. yang menulis artikel di situs IBM tentang teknologi sederhana nan mengagumkan ini.


2.Sejarah Singkat P2P

Tahun 1979, Usenet, sebuah aplikasi terdistribusi (baca: tidak tersentralisasi/ distributed) yang dibuat oleh Tom Truscott dan Jim Ellis, lahir di Amerika Serikat. Aplikasi ini umumnya melayani penggunanya dengan newsgroup. Pada tahun-tahun itu, dunia belum mengenal dan mampu menikmati layanan internet sebaik dan secepat seperti saat ini. Umumnya, berkas-berkas yang berada di dalam komputer milik pengguna usenet dipertukarkan dalam bentuk batch files (berkas yang berisi data yang diproses atau ditransmisikan mulai dari awal hingga akhir). Biasanya, para pengguna saat itu saling bertukar data di malam hari yang larut. Itu adalah waktu di sebuah negara besar ketika jalur telepon untuk SLJJ (sambungan langsung jarak jauh) sedang sepi. Akibatnya, tidak ada cara yang efektif untuk membuat fungsi aplikasi ini menjadi tidak terdistribusi. Dengan kata lain, aplikasi ini tetap menjadi aplikasi yang tidak memiliki pusat kendali (server). Bahkan hingga hari ini.
Aplikasi P2P generasi awal lain yang sukses dan populer adalah FidoNet. Laiknya Usenet, FidoNet juga digunakan secara terdistribusi. Aplikasi ini dibuat oleh Tom Jennings pada tahun 1984 sebagai cara untuk bertukar pesan diantara pengguna-penggunanya yang memiliki BBS (Bulletin Board System) yang berbeda.
Baik Usenet maupun FidoNet dapat menjadi contoh betapa hebatnya teknologi P2P. Sampai detik ini, keduanya masih lestari. Uniknya, sekarang keduanya sudah tidak sendiri lagi. “Cucu-cucu” mereka sudah lahir dan ikut menggebrak dunia maya. Sebut saja Gnutella, Kazaa, Napster, dsb.


3.Pengertian P2P

Jaringan komputer P2P termasuk sebuah cabang (subset) dari bidang komputasi terdistribusi. Namun komputasi terdistribusi sendiri bukanlah cabang dari P2P. Sebutan “peer-to-peer” mengisyaratkan sebuah hubungan kesetaraan (egalitarian relationship) diantara para peer (baca: pengguna satu dengan yang lainnya). Dan yang terpenting, hubungan ini haruslah menghasilkan interaksi langsung antara komputer pengguna yang satu dengan komputer pengguna lainnya. Tanpa embel-embel ada komputer yang berstatus sebagai client dan berstatus sebagai server.
Secara teknis, jaringan P2P (peer-to-peer) adalah sebuah jaringan yang memungkinkan semua komputer dalam lingkungannya bertindak/berstatus sebagai server yang memiliki kemampuan untuk mendistribusikan sekaligus menerima berkas-berkas atau sumber daya (resource) yang ada dalam komputer mereka ke komputer lainnya.
Jaringan bertipe ini sangat banyak dijumpai di kantor-kantor yang tidak membutuhkan sebuah sentral pengaturan laiknya jaringan client-server. Di internet, jaringan P2P hidup dan berkembang melalui aplikasi-aplikasi populer seperti Napster dan Gnutella.


4.Klasifikasi P2P

Berdasarkan tingkat/derajat sentralisasinya, jaringan P2P terbagi ke dalam 2 tipe, yakni:


1.P2P Murni (Pure P2P), dengan ciri-ciri sebagai berikut:


Masing-masing peer berstatus setara (egaliter), setiap peer berstatus sebagai client juga server.


Tidak ada server pusat yang mengatur jaringan.


Tidak ada router yang menjadi pusat jaringan.


1.P2P Hybrid (Hybrid P2P), dengan ciri-ciri sebagai berikut:


Mempunyai server pusat yang memantau dan menjaga informasi yang berada di setiap peer sekaligus merespon peer ketika ada yang meminta informasi itu.


Setiap peer bertanggung jawab untuk menyediakan resource yang tersedia. Hal ini terjadi karena server pusat tentu diatur sedemikian rupa untuk tidak memilikinya. Selain itu, hal ini juga dilakukan agar server pusat tersebut dapat mengetahui resource apa saja yang akan didistribusikan di dalam jaringan.


Ada router yang menjadi pusat jaringan.



5.Manfaat P2P
Tujuan utama dari jaringan P2P adalah agar semua peer dapat menyediakan sekaligus memanfaatkan resource komputer, termasuk bandwith, media penyimpanan, dan kemampuan komputasi yang ada di dalam jaringan tersebut. Dengan demikian, ketika node-node (komputer-komputer) telah banyak terhubung dan terjadi banyak permintaan terhadap sistem, kapasitas total yang dimiliki oleh sistem juga akan meningkat. Hal ini merupakan kontraproduktif dengan apa yang terjadi pada sistem client-server. Dalam sistem client-server, bertambahnya client justru dapat menyebabkan melambatnya transfer data di dalam sistem.
Sifat terdistribusi yang dimiliki oleh jaringan P2P ini juga dapat meningkatkan kestabilan/kekokohan (robustness) sistem dari kemungkinan kegagalan (system failure). Kestabilan ini disebabkan oleh dua faktor. Pertama, adanya replikasi/penggandaan data yang terjadi di antara para pengguna (peer). Kedua, dengan memanfaatkan resource komputer peer itu sendiri untuk mencari data yang ada di dalam jaringan tanpa mengandalkan satu resource komputer server saja.


6.Topologi Jaringan P2P

Shuman Ghosemajumder dalam makalahnya yang berjudul Advanced Peer-Based Technology Business Models yang diterbitkan pada tahun 2002 membagi topologi jaringan P2P ke dalam 2 tipe. Berikut tipe-tipe tersebut:


1.Centralized Model

Model ini adalah model yang digunakan oleh Napster. Semua peer (pengguna) akan terhubung ke satu atau sekelompok (cluster) server. Server ini berfungsi untuk memfasilitasi (baca: sebagai mediator) hubungan antara peer dalam jaringan tersebut. Server tersebut dapat memainkan satu, dua atau ketiga peran berikut ini:


Discovery. Server yang memainkan peran ini akan meyimpan informasi tentang user yang sedang terhubung ke dalam sistem sekaligus memungkinkan semua user untuk mengetahui bagaimana cara menghubungi user tertentu yang sedang berada di dalam jaringan.


Lookup. Server dengan peran lookup memiliki kemampuan server dengan peran discovery. Hanya saja, server ini juga akan menyediakan mekanisme pencarian yang tersentralisasi.


Content Delivery. Dalam peran ini, peer akan meng-upload semua atau beberapa data (content) milik mereka ke server pusat. Dengan cara ini, proses transfer data menjadi relatif lebih cepat ketimbang dengan kedua model peran sebelumnya. Dengan beberapa pertimbangan keadaan tentunya.

Gambar topologi model tersentralisasi dapat dilihat pada gambar 1 di bawah ini:
Gambar 1: Model P2P tersentralisasi
Model ini membutuhkan sebuah atau beberapa server yang digunakan untuk melakukan beberapa tugas atau fungsi tertentu


2.Decentralized Model

Model ini akan membuat semua peer memiliki status dan fitur yang sama dalam sebuah jaringan. Jadi, tidak akan ada server atau client di dalamnya. Contoh aplikasinya adalah Freenet. Dalam model terdesentralisasi, seorang peer tidak akan dapat mengetahui jumlah peer lainnya yang sedang terhubung di dalam jaringan. Selain itu, seorang peer juga tidak akan dapat mengetahui alamat dari peer lain yang akan dihubunginya. Satu lagi kekurangan model ini adalah bahwa peer tidak dapat mengetahui isi (content) komputer milik peer lainnya yang sedang tersedia dalam jaringan.
Meskipun begitu, model desentralisasi juga memiliki kelebihan. Diantaranya berkaitan dengan masalah keamanan, baik itu dilihat dari segi teknologi maupun hukum hak cipta. Dari segi teknologi, model desentralisasi menguntungkan karena akan lepas dari kemungkinan satu serangan tunggal yang dapat mematikan jaringan. Sedangkan dari segi hukum hak cipta, meskipun masih menyisakan bias, model ini relatif lebih bebas dari jerat undang-undang hak cipta karena content yang tersebar dalam jaringan merupakan data yang hendak saling dipertukarkan. Bukan untuk dijual atau dibajak.

7.Kesimpulan
Dari uraian di atas kita dapat mengambil beberapa poin sebagai kesimpulan. Berikut poin-poin tersebut:


Teknologi P2P masih akan terus berkembang selaras dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi.


Semakin besar jumlah user yang menjadi peer dalam sebuah jaringan P2P maka akan semakin bagus pula jaringan tersebut. Baik jika dilihat dari sisi teknologi maupun sosial.


Berdasarkan derajat sentralisasinya, P2P terbagi ke dalam dua bagian, yakni; P2P Mmurni dan P2P Hybrid.


Berdasarkan topologinya, P2P terbagi ke dalam dua bagian, yakni; topologi model tersentralisasi, dan model terdesentralisasi.


Masing-masing kategori P2P memiliki kelemahan dan kelebihan masing-masing. User dapat memilih kategori mana yang paling sesuai dengan kebutuhan dan kemampuannya.


Keberadaan jaringan P2P masih sering menimbulkan konflik dalam hal hak cipta suatu karya intelektual. Terutama dalam dunia industri hiburan seperti musik, TV dan film.