nama saya deasy andini ersya putri. Beberapa teman saya memanggil saya nyink. Dilahirkan dengan tujuan untuk membahagiakan orang tua. Walaupun setelah dewasa tidak sesuai harapan.
Beginilah latar belakang saya bagaimana saya ada.
"Papa, ayo kita laksanakan program KB. Kan sudah ada anak lelaki. tambah satu lagi saja", mama erwin berkata
"Wah, boleh juga. pasti seru ya punya anak 2. itung-itung supaya anak pertama kita tidak kesepian", papa syamsul menyetujui saran istrinya
"apalagi yang ditunggu, ayo kita beri sang kakak seorang adik yang imut-imut",
"oke! ayo mama...", akhirnya papa syamsul dan mama erwin pergi membuat adik (saya). dengan raut wajah penuh kebahagiaan dan penuh harapan.
setelah 9 bulan saya mendelusup di perut sang bunda, akhirnya saya keluar dengan tangan terentang dan menghirup nafas panjang (jujur saja lebih enak berada didalam perut mama karena lebih hangat dan mainannya banyak. tapi tak apalah itung-itung cari pengalaman baru). Tetapi yang terjadi saya malah keselek air ketuban dan spontan saya menangis. Sang dokter berkata,
"Wah bayi anda menangis, ini tanda bayi sehat!", sang dokter berseru.
mungkin asumsi bahwa bayi yang baru dilahirkan lalu menangis itu bayi yang sehat selama ini salah. mereka para bayi tersedak air ketuban. atau mungkin hanya terjadi pada saya.
mama dan papa meraih tubuh saya yang bobotnya mencapai 3,5 kg (terima kasih mama atas nutrisinya!) dengan tangis haru. disamping mama ada seorang bocah laki-laki berumur 1 tahun yang polos dan terdapat aliran lendir bersumber dari kedua lubang hidungnya dengan mulut menganga. sang bocah itu berkata,
"wah mama.. itu adiknya garin ya? jelek sekali mama, masukkan lagi saja keperut mama. atau perut papa juga boleh kalau mama bosan mengandung".
kurang ajar. kalau sudah cukup umur kita harus selesaikan ini secara 8 mata (+ mata kaki)
mama menanggapi perkataan anaknya yang ingusan itu,
"Jangan begitu dong, sayang.. Adik kamu ini lucu sekali lo. Nanti diajak main sama-sama ya". garin hanya menanggapi pernyataan mamanya dengan mengangguk-angguk lalu mengusap lendir dihidungnya dengan tangannya. dan lendir itu menyiprat kewajah saya. hmm, salah satu bentuk tidak terima secara tidak langsung atas kehadiran saya.
setelah beberapa minggu berada di rumah sakit, akhirnya saya dibawa pulang dan masuk kerumah. saya merentangkan kedua tangan saya dan menghirup nafas panjang, lalu spontan menangis. kali ini saya tidak tersedak air ketuban, melainkan tersedak lendir dari kakak saya yang berada disamping saya. dia terlihat sibuk dengan ingusnya. hmm.. ingin rasanya merasakan tersedak air susu. setidaknya lebih baik dari air ketuban dan lendir.
proses aqiqah pun dilakukan, syukuran dan segala macamnya sudah dilaksanakan atas kelahiran saya.
yaaaaah. begitulah cerita dari saya. atas perhatian anda saya ucapkan terimakasih :)